Berikut adalah peran PGRI dalam menopang keberlanjutan hidup dan karier guru:
1. Keberlanjutan Mental: Mitigasi Techno-Stress
Digitalisasi pendidikan yang masif sering kali memicu kelelahan mental (burnout) bagi guru, terutama mereka yang harus beradaptasi cepat dengan AI dan platform kinerja.
-
Hasil: Guru merasa memiliki teman perjalanan dalam belajar, sehingga kesehatan mental terjaga dan mereka bisa mengajar dengan antusiasme yang berkelanjutan.
2. Keberlanjutan Karier: Advokasi Status dan Kesejahteraan
Sistem pendidikan tidak akan berkelanjutan jika guru dihantui ketidakpastian status ekonomi dan masa depan kepegawaian.
-
Hasil: Kepastian status dan kesejahteraan memberikan ketenangan batin bagi guru untuk tetap mendedikasikan hidupnya pada dunia pendidikan dalam jangka panjang.
3. Matriks: Dimensi Keberlanjutan Profesi oleh PGRI
| Dimensi Keberlanjutan | Ancaman | Peran Penopang PGRI |
| Hukum | Kriminalisasi tindakan disiplin. | Perlindungan hukum melalui LKBH. |
| Sosial | Isolasi profesional (bekerja sendiri). | Penguatan Jiwa Korsa melalui struktur Ranting. |
| Ekonomi | Inflasi dan rendahnya upah honorer. | Perjuangan upah layak dan koperasi guru. |
| Intelektual | Pengetahuan yang kedaluwarsa. | Jalur pelatihan mandiri berkelanjutan. |
4. Keberlanjutan Eksistensi: Menjaga Marwah Pendidik
Di masa depan, ada risiko peran guru dianggap “tergantikan” oleh teknologi. PGRI memastikan eksistensi guru tetap menjadi inti dari peradaban.
-
Peran PGRI: PGRI terus mempromosikan bahwa nilai karakter dan etika hanya bisa diajarkan melalui keteladanan manusia (guru), bukan algoritma.
-
Hasil: Masyarakat tetap menempatkan guru pada posisi terhormat, yang secara psikologis memotivasi guru untuk terus mengabdi lintas generasi.
5. Keberlanjutan Solidaritas: Jaring Pengaman Organik
Saat sistem birokrasi negara melambat dalam merespons musibah pribadi guru, jaringan PGRI dari tingkat sekolah hingga pusat tetap aktif.
-
Peran PGRI: Sistem dana solidaritas dan bantuan sosial PGRI memastikan guru yang tertimpa musibah (sakit, duka, atau bencana) mendapatkan dukungan instan.
